KENALI DESA PONDOKNONGKO LEBIH DEKAT



Pondoknongko adalah sebuah nama desa yang terletak di wilayah Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi Provinsi JawaTimur.

Pondoknongko adalah salah satu desa yang berbatasan langsung dengan pantai selat bali (batas timur). Berbeda dengan desa-desa yang berada di dataran tinggi seperti Desa Licin, Desa Gumuk, dan lain sebagainya yang memiliki suhu dingin, Pondoknongko memiliki suhu normal. (Tidak dingin dan juga tidak terlalu panas).

Pondoknongko memiliki luas + 270 Ha yang diantaranya pemukiman, perkebunan, dan persawahan. Pondoknongko memiliki batas; Batas utara desa kalirejo, batas barat desa dadapan, batas selatan desa sukojati, dan batas timur adalah pantai selat bali. 

Pondoknongko memiliki penduduk sebanyak 3.202 Orang (1.485 laki-laki- dan 1.717 orang perempuan) dan total Kepala Keluarga sebanyak 1.183 KK. Pondoknongko membagai kewilayahannya menjadi tiga dusun yakni dusun krajan, dusun palukuning, dan dusun kedawung.                                         

Berbicara tentang pondoknongko, menurut Bapak Hairul Anam selaku perangkat Desa Pondoknongko yang menjabat sebagai Kasi Kesra beliau bercerita bahwa nama pondoknongko berasal dari sebuah pondok yang dahulunya sering digunakan sebagai tempat istirahat masyarakat yang sedang bepergian ke pasar dan disekitaran pondok tesebut tumbuhlah banyak pohon nangka yang mengelilingi pondok. 

Namun tidak hanya ada satu versi saja mengenai asal muasal desa pondoknongko, ada versi lagi yang membahas tentang asal-usul desa ini. Sebut saja Bapak Ainul Yakin, beliau bercerita bahwa dikarenakan pondoknongko yang mayoritas masyrakatnya seorang agamis dan banyak pondok pesantren.

Pada jaman dahulu santri yang ada di desa pondoknongko ini tidak hanya berasal dari pondoknongko saja, banyak santri yang berasal dari luar pondoknongko bahkan dari luar banyuwangi. Kemudian, dari sanalah diantara pondok pesantren terdapat banyak pohon nangka yang tumbuh sejajar mengelilingi pondok pesantren. Itulah mengapa desa ini disebut sebagai Desa Pondoknongko.



Karena pondoknongko berada di dalam kewilayahan Kabupaten Banyuwangi dan Banyuwangi terkenal dengan suku adat osingnya tak heran jika masyarakat Desa Pondoknongko seratus persen menggunakan bahasa using. Disana tidak ada bahasa madura, arab, bugis dan lain sebagainya. Masyarakat Pondoknongko murni menggunakan bahasa using sebagai bahasa ibunya.

Adanya perkembangan zaman yang semakin modern banyak alat dan jenis barang yang meloncat drastis dari klasik menjadi modern. Sama hal nya dengan masyarakat pondoknongko yang mengikuti perkembangan zaman telah mengalami peningkatan kepemilikan, seperti pakaian-pakaian yang mengikuti gaya-gaya terbaru, rumah-rumah yang hamper semuanya tidak meniru rumah asli osing, jalan-jalan yang semakin baik, transportasi yang semakin mudah seperti kendaraan sepeda motor dan mobil, barang-barang elektronik yang semakin canggih seperti laptop, komputer, kamera dan handphone.

Sebagai desa yang lokasi dekat dengan pantai, mata pencaharian masyarakat desa pondoknongko mayoritas adalah petani dan nelayan. Dari mata pencaharian tersebut ada beberapa kelompok dari dua unsur diatas. 

Dari kelompok petani terdapat 3 kelompok tani yang ada di desa pondoknongko diantara kelompok tani sumber seguling, kelompok tani sumber kencur dan kelompok tani sumber kedawung. Lalu, dari kelompok nelayan terdapat hanya satu kelompok saja yang bernama kelompok nelayan deling seganten. Tidak hanya dari bidang pertanian dan nelayan saja masyarakat pondoknongko mendapatkan penghasilan, selain itu adaa juga yang bekerja sebagai wiraswasta, konveksi, dan membuka usaha seperti toko sembako, souvenir, warung makanan dan lain sebagainya.



Masyarakat pondoknongko kental sekali dengan agamanya, banyak organisasi-organisasi keagamaan yang tumbuh disana. Bahkan hampir dari setiap RT dan RW memiliki organisasi seperti tahlil dan muslimat.

Selain dari organisasi diatas terdapat pula organisasi tentang tokoh wanita yang biasanya disebut Komunitas Kartini. Kepemudaan pun melengkapi organisasi-organisasi yang ada yang dibentuk oleh pemerintah desa pondoknongko yang dinamakan Karang Taruna IP3 (Ikatan Pemuda Pemudi Pondoknongko).

Lalu, bagaimana dengan sistem pengetahuan atau pendidikan yang ada di Desa Pondoknongko? Disana terdapat Taman Kanak-kanak (TK) yang berjumlah dua, Sekolah Dasar yang berjumlah dua (satu negeri satu swasta), yayasan pendidikan usia dini (PAUD). 

Selain dari pendidikan formal tersebut, masyarakat pondoknongko yang terkenal kental dengan keagamaan tidak lupa untuk memerintahkan anak-anaknya untuk mengaji baik di Taman Pendidikan Al-quran (TPQ) ataupun di Pondok Pesantren. 

Selain itu pula, diwilayah desa pondoknongko banyak sekali Taman Bacaan atau Rumah Baca disanalah masyarakat pondoknongko menitipkan anak-anaknya untuk mengikuti pelajaran tambahan (les) atau hanya sekedar membaca buku-buku sebagai referensi ilmu.

Membahas kesenian, pondoknongko memiliki beberapa jenis kesenian yang sudah berjalan cukup lama, diantaranya kuntulan yang biasanya dipakai sebagai pengiring pernikahan (manten) dan khitanan. Lalu ada juga seni patrol yang digagas oleh pemuda desa pondoknongko. Ada pula, beberapa grub hadrah yang menambah daftar kesenian yang ada di desa pondoknongko.

Sistem religi yang ada di desa pondoknongko yang sering dilakukan adalah ider bumi sebagai bentuk mengikuti tradisi yang sudah ada dan setiap tradisi memiliki tujuan yakni sebagai tolak balak. Kedua yaitu selametan kampung yang biasa dilakukan pada bulan syuro dan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bersih-bersih desa. Dan yang terakhir yang sering banyak peminatnya adalah takbir keliling yang hampir setiap setahun sekali (rutin) dilaksanakan sebagai bentuk hari kemenangan.



Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pondoknongko adalah sebuah desa yang memiliki keanekaragaman baik dari wiliayah, mata pencaharian, pengetahun, tradisi dan lain  sebagainya. Semoga saja dari penjelasan ini bisa memberikan wawasan atau gambaran kepada pembaca tentang pondoknongko. Dan mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan.

Comments

  1. Kwkwkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Andi Sep KurniawanAugust 13, 2019 at 4:55 AM

      Terimakasih

      Delete