Langsung ke konten utama

SEWU SAMBANG SURGA TERSEMBUNYI




Sewu Sambang bertempat di Lingkungan Papring, Desa Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Untuk menuju ke lokasi Wisata Bukit sewu sambang ada dua cara alternatif yang bisa kita gunakan. Cara pertama, melalui jalan kalipuro lurus ke utara hingga bertemu dengan Masjid Papring yang mana lokasi Masjid tersebut disekitaran pertigaan jalan. Setelah itu kita bisa mengambil jalan lurus ke kanan (tiimur laut) hingga bertemu tanda atau petunjuk jalan menuju ke bukit sewu sambang. Alternatif kedua, kita bisa melalui jalan dari arah ketapang. 

Dari ketapang kita bisa melalui jalan lingkar, setelah itu belok ke kiri (barat) arah menuju ke penawar dan lurus terus. Setelah itu terdapat perempatan kita bisa ambil jalan ke kiri (selatan). Sampai ujung jalan tersebut kita ambil jalan ke kanan dan kembali lurus. Setelah sampailah disana, kita akan bertemu dengan perkampungan mini dan untuk menuju ke bukit sewu sambang kita bisa mengikuti jalan yang ada. (Hati-hati dari alur alternatif kedua jarang atau tidak ditemukannya petunjuk menuju ke bukit sewu sambang). 

Dari kedua alternatif tersebut, kita akan berada ditengah pohon pinus yang lebat. Diantara pohon pinus tersebut telah tersedia petugas tiket. Harga tiket cukup murah sekali. Per sepedah dikenakan hanya Rp. 3.000 (Tiga Ribu Rupiah). Dari petugas loket tersebut belum sampai di parkiran sepeda. Kita harus melalui jalan yang sempit dan berpondasikan bebatuan yang tidak rata. Jalan yang berliku, terjal dan tidak rata tersebutlah yang menambah adrenalin dari kita (tetap memprioritaskan keselamatan diri). 

Setelah kurang lebih 15 menit perjalalanan dari pengambilan tiket masuk, kita akan disambut oleh pengelola wisata setempat yang mayoritasnya pemuda (Sungguh jiwa yang patut ditiru pemuda yang berjuang untuk kemajuan desanya dibidang pariwisata). 

Setelah dikira sepedah motor sudah aman dan badan telah siap diajak jalan, langkah selanjutnya adalah mendaki bukit menuju puncak sewu sambang. Tidak terlalu tinggi, kemungkinan kita hanya membutuhkan 15 atau 17 menit saja untuk sampai di puncak. Setelah itu, taraaaaa nikmati keindahan pemandangan bukit sewu sambang. Lelah anda akan terbayar ketika menyaksikan keindahan yang luar biasa. Lokasi bukit sewu sambang ini pun dibilang cukup dekat dengan pusat kota yang hanya berjarak 25 Km dan dari kecamatan ketapang hanya 10 Km.


Keindahan alam dan pemandangan yang ada di bukit sewu sambang sangat membayar lelah kita selama perjalalan. Bukit-bukit yang menjulang tinggi, pepohonan yang menghijau, dan bunga-bunga yang merekah dengan cantiknya menambah kenyamana tersendiri.

Di lain itu, terdapat semacam paglak atau pos untuk berteduh bagi mereka yang kepanasan. Tersedia pula warung atau usaha yang menjual makanan dan minuman untuk mereka yang kelaparan dan kehausan selama perjalanan. Namun ingat, dimanapun kita bepergian tetap jaga kebersihan dan berwisatalah dengan positif. Eits, tak lupa pula spot foto yang sangat memberikan nilai lebih untuk mereka yang suka sekali swafoto.


Perlengkapan apa saja yang perlu dibawa? Baik saya akan menjelaskannya.
1. Kamera Hp/Dslr dan lain sebagainya yang wajib dibawa.
2. Topi bagi mereka yang melakukan kunjungan pada siang hari karena cuaca sangat panas. 
3. Pakaian yang mendukung selama berkunjung. Bagi wanita saran saya jangan memakai sepatu yang ber-heels, pakailah sepatu style sporty. 


Lalu, hal apa saja yang perlu diperhatikan selama perjalanan? Baik akan saya jelaskan pula beberapa hal yang sangat wajib kita perhatikan.
1. Lokasi Bukit sewu sambang hanya bisa dilalui menggunakan sepeda motor (Kendaraan beroda empat masih belum bisa masuk.
2. Karena lokasi yang sangat rawan, jalan yang terjal, berbatuan, sempit, jalan yang naik turun dan lain sebagainya. Saran saya pastikan kendaraan anda dalam kondisi yang prima. Pastikan kanvas sepeda anda baik serta ban sepeda anda dalam kondisi yang layak karena untuk menjaga keselamatan.
3. Bangun sikap mental yang tidak takut karena akses sangat menantang.
Hal yang penting ingatlah jalan menuju bukit sewu sambang. Jangan sampai lupa. Karena apa? Dari pengalaman pribadi saya sendiri berangkat melalui jalur kalipuro anehnya pulang melalui jalur ketapang.
4. Jika bingung google maps sudah ada. Namun kadang di atas puncak susah signal.


Hanya itu saja yang bisa saya sampaikan, semoga melalui tulisan ini dapat menambah ketertarikan sendiri bagi wisatawan untuk segera berkunjung. Salam Pariwisata! Jaga lingkungan, lestarikan alam, dan berwisatalah dengan positif.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENALI DESA PONDOKNONGKO LEBIH DEKAT

Pondoknongko adalah sebuah nama desa yang terletak di wilayah Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi Provinsi JawaTimur. Pondoknongko adalah salah satu desa yang berbatasan langsung dengan pantai selat bali (batas timur). Berbeda dengan desa-desa yang berada di dataran tinggi seperti Desa Licin, Desa Gumuk, dan lain sebagainya yang memiliki suhu dingin, Pondoknongko memiliki suhu normal . (Tidak dingin dan juga tidak terlalu panas). Pondoknongko memiliki luas + 270 Ha yang diantaranya pemukiman, perkebunan, dan persawahan. Pondoknongko memiliki batas; Batas utara desa kalirejo, batas barat desa dadapan, batas selatan desa sukojati, dan batas timur adalah pantai selat bali.  Pondoknongko memiliki penduduk sebanyak 3.202 Orang (1.485 laki-laki- dan 1.717 orang perempuan) dan total Kepala Keluarga sebanyak 1.183 KK. Pondoknongko membagai kewilayahannya menjadi tiga dusun yakni dusun krajan, dusun palukuning, dan dusun kedawung. ...

Percayalah Tuhan Maha Tahu

Nak, teruslah berjalan walau jalanmu tampak tak elok dipermulaan. Yakinlah, jika jalan itu kau telusur lebih lama dan lebih sabar dari orang lain, maka kelak kau akan menjadi penuntun bagi saudara-saudaramu yang memilih jalan sama sepertimu saat ini. Teruslah, bukankah keheningan dan hingarbingar selalu ada Tuhan? Publik sudah kian sadar bahwa pendidikan penting untuk dikejar. Tengok saja dikampung-kampung, saking semangatnya mendidik anak, sejak diusia dini anak-anak desa sudah diajak les calistung. Dunia bermain semakin sesak didesak agenda-agenda dibalik “demi masa depan anak”. Jika dunia anak-anak yakni dunia bermain semakin hilang, maka jangan sambat nantinya ketika usia dewasa, mereka tetap kekanak-kanakan. Namun, semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya pendidikan tak selalu berbanding lurus dengan stigma positif tentang segala yang ada didunia pendidikan. Mulai dari sekolah, tenaga kependidikan, sampai guru yang paling banyak mendapat sorotan. Tahukah anda begitu berat...